“Tiba Tiba Prabowo Minta Kampus Pelajari Strategi Perang, Ada Apa?”

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mendorong para akademisi untuk mempelajari tentang perang. Menurutnya, mempelajari tentang perang tidak hanya menjadi tugas dari militer, tetapi juga oleh masyarakat sipil, termasuk di dalamnya akademisi.

“Kalau Indonesia ingin damai, mau tidak mau minimal kita harus berpikir tentang perang,” ungkap Prabowo Subianto saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar “Optimalisasi Industri Pertahanan dalam Konteks Kepentingan Nasional RI di Abad 21” yang digelar Magister Manajemen Universitas Padjadjaran dalam siaran pers Unpad, Minggu (11/7/2021).

Prabowo menjelaskan, beberapa perguruan tinggi di negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris sudah memiliki bidang studi dengan perang dan strategi perang. Bahkan ahli-ahli di bidang perang dan strategi lebih banyak dari kalangan sipil, bukan militer.

“Bahkan profesor sipil itu mengajar di akademi militer. Karena untuk mendalami dan mempelajari suatu bidang memerlukan konsentrasi dan fokus. Yang saya tahu, di negara lain ada profesor yang spesialisasinya di bidang sejarah perang, teori perang, hingga strategi perang,” imbuhnya.

Prabowo Subianto menilai, isu perang sebagai salah satu kajian penting di perguruan tinggi relevan dengan situasi bangsa saat ini. Agar Indonesia menjadi negara yang kuat, maka diperlukan bangsa yang mau belajar dan memeriksa kondisi diri.

Sebaliknya, negara yang lemah disebabkan oleh bangsanya yang tidak mau belajar tentang bagaimana upaya merawat dan menjaga kekayaan yang dimiliki. Negara yang lemah akan berpotensi hancur oleh perang.

Apalagi, jelas Prabowo, perang saat ini lebih banyak pada perang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebelum peluru meletus, sudah terjadi perang intelektual, perang siber, hingga perang sensor.

Untuk itu, Prabowo memerlukan peran ilmuwan yang bisa memberikan teknologi yang mampu menjaga negara terhadap gangguan invasi dari luar. “Kalian (akademisi) adalah pemimpin intelektual. Tentara adalah phsycal power, tetapi kampus, universitas adalah intellectual power,” kata Prabowo Subianto.

Webinar ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Karo Humas Setjen Kemhan Marsma TNI Penny Radjenda, pengamat pertahanan dan militer Andi Wijayanto, Direktur PT Pindad Abraham Mose, pakar geopolitik Indonesia Dirgo D. Purbo, Kepala Sekretariat KKIP Laksamana Pertama TNI Sriyanto, Asisten Khusus Menhan Mayjen (Purn) Chairawan Nusjirwan, serta Dosen FEB Unpad Akuat Supriyanto.

Sumber

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *