Tau Ngga Ospek Online Ternyata Berbahaya loh Untuk MABA (Mahasiswa Baru)

Baru hari kedua saya memasuki masa pengenalan kampus secara daring, rasanya seperti tidak ingin melanjutkan ospek 3 hari ke depan, termasuk telat sih dibandingkan beberapa kampus yang lainnya.

Kenapa saya bilang tidak ingin melanjutkan ospek online 3 hari ke depan, alasannya sederhana karena jadwalnya dari jam 8 pagi sampai jam setengah lima atau jam lima sore. Meskipun ada istirahat 30 menit, itu tidak membantu sama sekali bagi saya dan teman-teman saya, duduk di depan layar laptop maupun hp secara berjam-jam, tanpa gerak hanya duduk saja, dan harus fokus terhadapa apa yang disampaikan oleh pembicara.

Peristiwa ini bisa dibilang sebagai “Zoom Fatigue” apa itu zoom fatigue? kondisi ketika seseorang merasakan kelelahan yang luar biasa setelah melaksanakan pertemuan virtual.

Jujur saja meskipun ospek offline terkadang nyebelin juga tugasnya, ya tapi suasana  bersama teman-temannya itu tetap berasa. Susah dan senang dilewati bersama, dijemur bareng hingga gosong, semua diselesaikan dengan happy. Ospek virtual ini berbahaya bagi saya  jika dilakukan dalam waktu yang lama, dalam artian jika dilakukan lebih dari 2 jam (menurut saya) itu sudah terlewat dari batas kenormalan dalam melakukan pertemuan daring.

Ospek online ini saya katakan berbahaya karena mampu membuat peredaran darah tidak lancar, terlalu lama duduk juga bisa menghambat asupan darah ke otak. Kalau asupan otak saja berkurang bagaimana kita bisa fokus terhadap apa yang dijelaskan dan dipaparkan oleh pembicara.

Kesehatan mata dan tulang pun sebenarnya terancam karena terlalu lama ospek online. Radiasi yang dikeluarkan oleh device kita bisa membuat mata penat, bahkan sampai merah pun bisa. Tulang, lebih spesifik kepada tulang belakang, jika posisi duduk kita tidak pas maka yang terancam adalah posisi tulang belakang kita. Apakah kita duduk terlalu bungkuk, terlalu kaku, ataupun lainnya ? ya kesehatan organ kita perlu diperhatikan juga walaupun sedang mengikuti ospek online ini, mungkin tidak terlihat sekarang, tapi harus sadar untuk menjaganya.

Untuk saat ini ospek online mungkin pilihan yang terbaik. Kondisi sekarang ini memaksa kampus-kampus untuk melakukan ospek dengan cara seperti itu.

Harapan dari para mahasiswa baru sebenarnya pertemuan tatap muka bisa segera terlaksana. Walaupun sudah ada beberapa mahasiswa yang nyaman dengan sistem online belajarnya, ya perlu lah ketemu teman-teman secara langsung.

Melihat kondisi sekarang ini sepertinya cepat atau lambat kampus akan kembali dibuka, tren beberapa daerah yang sudah memasuki level 3 pada PPKM ini membawa asa bagi kita untuk terus berusaha sebaik mungkin. Ini saatnya bagi kita untuk bangkit dari keterpurukan selama satu setengah tahun.

Sumber

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *