Setelah Kuliah, Kerja Atau Lanjut

Setelah lulus kuliah, mahasiswa tentu berharap bisa segera mendapat pekerjaan sesuai kemampuan mereka. Namun mendapatkan pekerjaan dengan cepat juga bukan perkara mudah. Karena kekhawatiran menjadi pengangguran terlalu lama, banyak juga lulusan baru yang memilih melanjutkan studi lagi ke jenjang lebih tinggi. Langsung kerja atau melanjutkan S2 memang menjadi hal dilematis bagi para mahasiswa. Namun demikian, hal ini jangan menyebabkanmu terjebak di kondisi Postponing Reality. Melansir dari akun Instagram Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti Kemendikbud Ristek).

Pengertian Postponing Reality Postponing Reality adalah keadaan dimana kamu memilih untuk menunda berhadapan langsung dengan realitas atau keadaan nyata di dunia kerja. Kebanyakan dari anak muda saat ini, setelah lulus langsung melanjutkan S2 sebagai bentuk “pelarian” karena tidak tahu harus melakukan apa. Hal itu terjadi karena menganggap melanjutkan studi itu lebih baik daripada menganggur. Menyikapi kondisi ini, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan, analoginya mahasiswa akan keluar ke laut terbuka.

Mahasiswa harus dilatih “terjun ke laut” Namun bagaimana mahasiswa bisa melompat ke laut dengan segala tantangan yang bisa saja ditemui. “Gimana mahasiswa ini mau nyebur ke laut dengan arus, angin, ombak dan hiu-hiu. Kalau dia gak sekali-sekali dilatih di laut juga. Jadi itu kenapa Kampus Merdeka dilakukan 3 semester di luar prodi,” kata Nadiem Makarim. Sebagai komunitas non-profit kelas dunia, perusahaan-perusahaan dan universitas harus berpartisipasi melatih mahasiswanya. “Kalau dia gak dilatih di tempat lain, dia bakal nyemplung ke dalam laut dan tenggelam. Dan itu yang sedang terjadi sekarang, makanya itu nanti setelah lulus jadi ditunda-tunda terus,” tegas Nadiem.

Tips hindari Postponing Reality Ditjen Dikti Kemendikbud Ristek juga membagikan agar mahasiwa bisa menghindari Postponing Reality. Berikut tipsnya:

  1. Aktif dalam organisasi kampus maupun luar kampus.
  2. Mengikut kegiatan Kampus Merdeka.
  3. Berdiskusi dengan orang profesional seputar dunia pekerjaan.
  4. Memiliki penghasilan sendiri, tidak bergantung kepada orangtua.
  5. Beranikan diri untuk terjun ke dunia nyata yaitu dunia kerja.

Termasuk mahasiswa wajib memanfaatkan program Kampus Merdeka dari Kemendikbud Ristek. DIsarikan Oleh MSLP

Sumber

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published.