“Mahasiswa-Mahasiswa Generasi Milenial Sebagai Guardian of Value”

Dewasa ini, kita sudah tak asing lagi dengan kata-kata “Generasi Milenial”. Kata-kata generasi milenial yang akhir-akhir ini sering disebut-sebut pada umumnya ditujukan kepada mereka yang lahir pada awal tahun 1980-an hingga awal tahun 2000-an.

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki wilayah yang begitu luas serta jumlah penduduk terbesar keempat di dunia (setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat). Padatnya penduduk Indonesia saat ini ternyata hampir dikuasai oleh para generasi milenial, yaitu sebesar sepertiga persen dari total jumlah penduduk Indonesia merupakan generasi milenial.

Rentang usia generasi milenial yaitu pada kisaran 18-39 tahun, itu artinya mahasiswa dapat disebut sebagai generasi milenial. Menjadi seorang generasi milenial, apalagi berada pada posisi sebagai seorang mahasiswa memiliki fungsi dan peran penting di masyarakat. Di dalam kehidupan bermasyarakat, mahasiswa memiliki beberapa peran, seperti Agent of Change, Moral Force, Iron Stock, Social Control, dan Guardian of Value.

Peran mahasiswa sebagai Agent of Change atau agen perubahan yang diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang dapat membawa perubahan bangsa ke arah yang positif. Mahasiswa yang disebut-sebut merupakan insan yang berpendidikan tinggi seharusnya mampu mewujudkan status bangsa Indonesia sebagai negara yang maju dan sejahtera. Keberadaan mahasiswa dengan segala perbuatannya harusnya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri namun juga bermanfaat untuk orang lain di sekitarnya. Meskipun di zaman sekarang, di Indonesia semuanya sudah serba modern dan mudah, namun peran mahasiswa sebagai Agent of Change sangat dibutuhkan demi mengatasi rendahnya daya saing internasional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Ilmu yang telah didapat mahasiswa selama di perguruan tinggi hendaknya dapat diaplikasikan sesuai bidangnya untuk mencetak suatu inovasi-inovasi yang terbaik sehingga mampu bersaing di dunia internasional.

Tak hanya itu, peran mahasiswa juga sebagai Moral Force yaitu seseorang yang memiliki moral yang baik. Sebagai seseorang yang bermoral baik, mereka perlu memperhatikan cara dalam berperilaku, berpikir dahulu sebelum bertindak, serta mampu mengolah kata dengan baik saat berbicara pada orang lain. Karena pada zaman sekarang, seringkali seseorang berbicara semaunya tanpa memikirkan perasaan orang lain. Bukan seharusnya tindakan semacam itu dilakukan oleh mahasiswa yang berpendidikan tinggi.

Selain sebagai Agent of Change dan Moral Force, mahasiswa juga memiliki peran sebagai Iron Stock yaitu sebagai generasi penerus bangsa. Generasi penerus bangsa yang diharapkan yaitu yang memiliki moral yang baik serta memiliki pengetahuan tinggi dan dapat bermanfataan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Peran mahasiswa yang lain yaitu sebagai Social Control, yaitu pengontrol kehidupan sosial di masyarakat. Yang dimaksud di sini yaitu mahasiswa dapat dijadikan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Mengingat masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk, dimana terdapat banyak sekali perbedaan, sehingga sangat dimungkinkan munculnya berbagai macam aspirasi dari banyak kepala.

Peran mahasiswa yang terakhir yaitu sebagai Guardian of Value yang berarti penjaga nilai-nilai. Nilai-nilai yang dimaksudkan disini yaitu nilai-nilai positif. Nilai positif yang mengarah pada persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Lalu apa yang dimaksud dengan nilai? Nilai merupakan suatu yang bermutu, berharga, menunjukkan suatu kualitas serta bermanfaat bagi manusia.

Pada dasarnya bangsa Indonesia telah memiliki nilai-nilai positif yang luhur yang telah dijelaskan di dalam dasar negara kita, Pancasila. Pancasila terbentuk melalui proses yang panjang serta melibatkan pemikiran-pemikiran dari para pahlawan Nasional terdahulu. Nilai-nilai Pancasila yang luhur dijadikan sebagai pandangan hidup bagi bangsa Indonesia. Apa saja nilai-nilai Pancasila yang perlu kita ambil untuk diimplementasikan di dalam kehidupan sehai-hari? Seperti yang kita ketahui, Pancasila memiliki lima sila dimana pada masing-masing sila Pancasila terkandung nilai-nilai luhur, seperti nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, serta nilai keadilan sosial.

Saat ini, masalah yang sedang kita hadapi dan perlu perhatian yang serius yaitu masalah kesenjangan sosial dan ekonomi antara kelompok masyarakat kaya dengan kelompok masyarakat menengah kebawah, masalah terorisme, korupsi, serta penggunaan narkoba yang masih banyak terjadi di Indonesia. Masalah-masalah tersebut ada kaitannya dengan pelanggaran nilai-nilai Pancasila yang sudah ada. Adanya kesenjangan sosial diantara masyarakat kaya dan masyarakat menengah kebawah merupakan bentuk kurang adanya keadilan pemenuhan hak atas setiap individu.

Hal yang paling menonjol yaitu berupa penjatuhan sanksi hukuman terhadap setiap individu yang melanggar hukum. Masyarakat kaya bisa dengan mudah membayar sejumlah uang demi meringankan sanksi mereka, sedangkan masyarakat miskin hanya bisa menerima setiap keputusan yang dijatuhkan kepadanya.

Masalah korupsi yang merajalela juga merupakan tindakan pelanggaran nilai Pancasila, yaitu nilai keadilan sosial di mana para koruptor yang biasanya seorang pejabat mengambil kekayaan negara sehingga berujung pada kemiskinan di masyarakat karena uang yang dikorupsi yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan masyarakat malah digunakannya sebagai kepentingan pribadi. Hal ini secara tidak langsung juga melanggar nilai kerakyatan, karena perilaku pejabat tersebut lebih kepada mementingkan diri sendiri daripada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Selanjutnya yaitu masalah terorisme yang terjadi di rumah-rumah ibadah di Indonesia dengan menggunakan aksi pengeboman. Pelaku teror tersebut sudah dipastikan tidak memiliki rasa kemanusiaan karena telah merampas hak hidup manunia karena biasanya target mereka bersifat random sehingga mengorbankan orang-orang lain yang tidak bersalah.

Masalah lainnya yaitu masalah korupsi yaitu narkoba. Tindakan penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih tergolong tinggi. Tingkat kepeludian antar sesama manusia yang memicu masalah ini. Seandainya di antara kita kesadaran akan kepedulian terhadap sesama masih tinggi, maka sangat mungkin tidak terjadi adanya penyalahgunaan narkoba karena biasanya para pengguna narkoba ini berasal dari kalangan masyarakat yang diacuhkan oleh lingkungannya maupun seseorang yang sedang mengalami broken home sehingga tidak ada yang perhatian terhadap dirinya, tidak ada yang menjadi tempat berkeluh kesah apabila mempunyai masalah tertentu sehingga mereka melampiaskannya ke hal yang negatif yaitu menggunakan narkoba.

Dengan adanya masalah-masalah tersebut dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Di sini mahasiswa memiliki peranan penting dalam membantu mengatasi masalah bangsa. Perjuangan mahasiswa sebagai generasi milenial tidak perlu menggunakan senjata seperti para pahlawan Indonesia terdahulu hingga mengorbankan nyawanya. Tindakan yang diperlukan hanyalah dengan berusaha, belajar, dan bekerja keras semaksimal mungkin untuk meningkatkan kapasitasnya secara terus-menerus, baik dalam aspek keterampilan dan pengetahuan, serta membentuk perilaku baik masyarakat.

Generasi penerus bangsa dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang tinggi mampu menjadi pengaruh yang besar bagi masa depan bangsa. Apalagi sebagai seorang mahasiswa, jika kita telah menanamkan semangat persatuan dan kesatuan di dalam jiwa, maka peran kita di masyarakat akan tercapai dengan baik.

Sumber

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *