Mahasiswa: Berikut Pesan Jokowi Tentang Revolusi Industri 4.0

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan sejumlah pesan untuk peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas RI secara daring, Rabu 13 Oktober 2021.

Misalnya Jokowi memandang, dalam revolusi industri 4.0 yang penuh dengan teknologi, maka ada peran andil di dunia pendidikan, salah satunya lewat menyiapkan mahasiswa yang harus difasilitasi dalam mengembangkan talentanya. “Namanya SDM harus betul menjadi konsen kita, pendidikan tinggi kita harus memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan talentanya, Jangan dipagari program studi di fakultas yang membelenggu,” ujar Jokowi secara daring, Rabu 13 Oktober 2021.

Ia kemudian menegaskan pentingnya perkembangan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Oleh sebabnya, Jokowi turut berpesan kepada para pelajar dan mahasiswa agar lebih banyak mengenyam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berikut sederet pesan Presiden Jokowi saat memberikan arahan untuk para mahasiswa:

  1. Mahasiswa Diminta Kembangkan Talentanya: Presiden Joko Widodo atau Jokowi memandang dalam revolusi industri 4.0 yang penuh dengan teknologi, maka ada peran andil di dunia pendidikan, salah satunya lewat menyiapkan mahasiswa yang harus difasilitasi dalam mengembangkan talentanya. Hal tersebut disampaikannya kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas RI secara daring, Rabu 13 Oktober 2021. “Namanya SDM harus betul menjadi konsen kita, pendidikan tinggi kita harus memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan talentanya, Jangan dipagari program studi di fakultas yang membelenggu,” kata Jokowi.
  2. Minta Mahasiswa Hati-Hati: Jokowi mengamini, dunia saat ini berubah dengan sangat cepat sekali. Dampaknya adalah menimbulkan ketidakpastian yang tinggi. Jokowi pun mengingatkan, agar prinsip kehati-hatian bisa diterkam. Sebab, banyak sekali negara alami perubahan dan berefek ke negara lain terkena imbas. “Ketidakpastian dunia sekarang ini sangat tinggi, semua nanti akan hybrid, hybrid knowledge, skill, semua akan ke sana, sehingga mahasiswa harus paham smua, matematik, statistik, bahasa, ilmu komputer, bahasa,” kata dia.
  3. Harus Paham Berbagai Studi: Jokowi menilai, yang namanya mahasiswa harus paham berbagai hal di luar bidang studi yang dipelajarinya. Terlebih dalam menyambut era revolusi industri 4.0, yang banyak memakai ilmu dari bidang matematika dan komputer. “Bahasa bukan Bahasa Inggris saja, tapi bahasa coding penting ke depan. Karena ke depan banyak pekerjaan-pekerjaan yang hilang, tapi juga muncul pekerjaan-pekerjaan baru,” tegasnya. Sebagai contoh, dia menyoroti profesi kasir yang kini telah tergantikan oleh perangkat teknologi. Jokowi pun mewanti-wanti insinyur agar berhati-hati dengan sistem advanced robotik.
  1. Harapkan Tak Berpuas Diri: Sekali lagi, Jokowi menghimbau agar mahasiswa tidak berpuas diri dengan ilmu pengetahuan baru yang didapatnya dari suatu jurusan. Sebab, hanya dalam hitungan satu semester saja, materi yang didapatnya bisa saja sudah usah, tidak terpakai lagi. “Oleh sebabnya itu tugas universitas, tugas perguruan tinggi, harus mengajak dan jangan membiarkan mahasiswa (terjebak) rutinitas, monoton, tidak berani mencoba hal-hal baru, dan harus didorong mahasiswa untuk belajar di mana saja dengan siapa saja,” ungkapnya. “Tidak harus dengan para dosen, porsinya bisa diatur 30 atau 50 persen, tapi harus berani kita mulai. Taruh mahasiswa di perusahaan teknologi, untuk mereka belajar apa itu hyperloop, apa itu space act, apa itu advaced robotic. Itu semua memang harus karena kecepatan perubahan betul-betul sangat cepat sekali,” tandas Jokowi.

Sumber

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *