“Kuliah Daring antara si Dia, Suka, dan Duka”

“Btw Kenapa sih kok judulnya ada kata si Dia? ada apa dengan si Dia? Apakah penulis merindukannya akan kabarnya perginya atau bagaimana hehe?”. Daripada penasaran terus, kuy kepoin aja gais.

Baiklah saya akan menjawab pertanyaan diatas dahulu, jadi gini gais si Dia ialah COVID-19 jadi bukan si doi ya eh ingat ya hehe. Dikutip dari alodokter.com, COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia. Dengan adanya COVID-19 saat ini dalam segala bidang baik pendidikan, ekonomi, kajian, rapat, seminar, lomba dan yang lainnya. Sebelumnya dilakukan secara offline sekarang serempak beralih ke digitalisasi. Terutama dalam bidang pendidikan mau tidak mau didalam proses pembelajaran baik itu dari kelas TK, SD, SMP, SMA dan Kuliah Negeri ataupun Swasta dilaksanakan secara Daring.

Apa sih Kuliah Daring?

Dikutip dari wikipedia.org, Kuliah daring  adalah sistem perkuliahan yang memanfaatkan akses internet sebagai media pembelajaran yang dirancang dan ditampilkan dalam bentuk modul kuliah, rekaman video, audio atau tulisan oleh pihak akademi/universitas. Dalam kuliah daring ini tentunya melukiskan suka dan duka ya dalam hati para Mahasiswa dan Mahasiswi Indonesia. Dimana mereka menyampaikan curhatnya tentang suka dan duka di media sosial baik secara tertulis seperti status WA, IG, Twitter, dan yang lainnya ataupun bahkan ada juga yang mengemas dalam bentuk podcast, photo dibumbui caption, poster, film, vlog video dan yang lainnya.

Diantara kesan Suka saat ada si Dia (COVID-19) dalam Kuliah Daring yaitu

  1. Kuliah lebih fleksibel dan proses pembelajar menggunakan E-Learning.
  2. Bisa konsultasi berkaitan dengan materi dan tugas mata kuliah dengan para Bapak Ibu Dosen dengan mudah.
  3. Waktu banyak yang luang bisa untuk beribadah, produktif dan berkarya.
  4. Bisa semakin dekat berbakti kepada orang tua dengan membantu perkerjaan rumah.
  5. Bisa bincang-bincang seru dengan teman kuliah yang jauh.
  6. Menghemat biaya kos atau kontrakan bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota.
  7. Semakin semangat lagi sadar dalam memperhatikan pola hidup sehat dan Protokol Kesehatan.
  8. Menggurangi mobilitas kerumunan para civitas Kampus.
  9. Menghemat biaya transportasi tanpa harus berangkat dan pulang ke Kampus.
  10. Bisa bikin bisnis kecil-kecilan.

Meskipun demikian ada diantara Duka saat ada si Dia (COVID-19) dalam Kuliah Daring yaitu:

  1. Kouta cepat habis mulu sedangkan duit menipis hehe. Akhirnya minta deh tethering kakaknya atau tetangganya hehe.
  2. Terkadang ada aja gangguan sinyal jaringan.
  3. Serangan mager pun datang menyapa, ingin rasanya rebahan muluk hayo siapa? hehe
  4. Ada lagi serangan mengantuk saat ditengah pembelajaraan mata kuliah menyapa, aduh ngantuk berat ni? cuci muka dulu ya gais
  5. Selain itu mungkin ini banyak paling mendomisi yaitu masih sulitnya menangkap materi yang disampaikan Bapak Ibu Dosen sehingga ga paham-paham dan saat ujian mata kuliah hasil nilainya tidak memuaskan.
  6. Sedih belum pernah pembelajaraan offline dikampus terutama anak Maba sabar yak.

Sumber

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *