“Kisah Nyata: Mahasiswa Danusan Pontang-panting Cari Dana”

Masuk kuliah kalo ga ikut kepanitiaan rasanya seperti sayur asem kurang garem. Walaupun, organisasi sudah melelahkan, biasanya seorang mahasiswa akan ketagihan dan mencoba hal lain yang lebih menyenangkan. Mahasiswa yang satu ini dikenal sebagai mahasiswa yang super aktif, super sibuk, super repot, dan satu lagi sering dispen. Jadwalnya yang padat dengan segudang kegiatan yang menumpuk, tidak membuatnya gentar dan mundur selangkah saja. Semangatnya terus membara dan terlihat dari kesehariannya yang tidak mengenal lelah, yaitu selesai kelas, lanjut rapat organisasi, pas ada event ya gaskeun!

Memperluas relasi di dunia perkuliahan, sudah menjadi suatu keharusan bagi seorang mahasiswa. Bukan hanya mengejar target nilai A untuk memenuhi Kartu Hasil Studi (KHS), tapi mencari pengalaman dalam bersosialisasi juga sangat diperlukan. Jangan sampai, ketika kuliah hanya menjadi “Mahasiswa Kupu-Kupu” alias kuliah pulang-kuliah pulang. Jadi, untuk para mahasiswa ikut kepanitiaan kudu banget dah. Itung-itung mencari pengalaman untuk memperkaya CV kalian, saat memasuki dunia kerja.

Kepanitiaan dalam suatu kampus, umumnya dibentuk ketika suatu acara mulai mendekati puncaknya. Jauh-jauh hari sebelum acara dimulai, akan dibentuk suatu panitia untuk mengurusi acara tersebut. Acara yang diselenggarakan sangatlah beragam, mulai dari Dies Natalies, perayaan acara-acara besar, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, sudah barang tentu dibutuhkan partisipasi dari seluruh pihak untuk kelangsungan setiap acara yang diusung, terutama mahasiswa sebagai kaum mayoritas di kampus.

 

Dalam hal perekrutan mahasiswa yang akan menjadi panitia, terlebih dahulu dibentuk pesan siaran atau Broadcast yang berisi ajakan kepada mahasiswa untuk mendaftar. Lalu, akan diadakan sosialisasi dari pihak inti sebelumnya dalam memilih calon kandidat inti selanjutnya. Nah, mungkin kalian akan berkhayal betapa serunya menjadi seorang pemimpin untuk melatih jiwa kepemimpinan.

Masuk kuliah kalo ga ikut kepanitiaan rasanya seperti sayur asem kurang garem. Walaupun, organisasi sudah melelahkan, biasanya seorang mahasiswa akan ketagihan dan mencoba hal lain yang lebih menyenangkan. Mahasiswa yang satu ini dikenal sebagai mahasiswa yang super aktif, super sibuk, super repot, dan satu lagi sering dispen. Jadwalnya yang padat dengan segudang kegiatan yang menumpuk, tidak membuatnya gentar dan mundur selangkah saja. Semangatnya terus membara dan terlihat dari kesehariannya yang tidak mengenal lelah, yaitu selesai kelas, lanjut rapat organisasi, pas ada event ya gaskeun!

Memperluas relasi di dunia perkuliahan, sudah menjadi suatu keharusan bagi seorang mahasiswa. Bukan hanya mengejar target nilai A untuk memenuhi Kartu Hasil Studi (KHS), tapi mencari pengalaman dalam bersosialisasi juga sangat diperlukan. Jangan sampai, ketika kuliah hanya menjadi “Mahasiswa Kupu-Kupu” alias kuliah pulang-kuliah pulang. Jadi, untuk para mahasiswa ikut kepanitiaan kudu banget dah. Itung-itung mencari pengalaman untuk memperkaya CV kalian, saat memasuki dunia kerja.

 

Kepanitiaan dalam suatu kampus, umumnya dibentuk ketika suatu acara mulai mendekati puncaknya. Jauh-jauh hari sebelum acara dimulai, akan dibentuk suatu panitia untuk mengurusi acara tersebut. Acara yang diselenggarakan sangatlah beragam, mulai dari Dies Natalies, perayaan acara-acara besar, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, sudah barang tentu dibutuhkan partisipasi dari seluruh pihak untuk kelangsungan setiap acara yang diusung, terutama mahasiswa sebagai kaum mayoritas di kampus.

Dalam hal perekrutan mahasiswa yang akan menjadi panitia, terlebih dahulu dibentuk pesan siaran atau Broadcast yang berisi ajakan kepada mahasiswa untuk mendaftar. Lalu, akan diadakan sosialisasi dari pihak inti sebelumnya dalam memilih calon kandidat inti selanjutnya. Nah, mungkin kalian akan berkhayal betapa serunya menjadi seorang pemimpin untuk melatih jiwa kepemimpinan.

Selain dari usaha kecil, mahasiswa danusan akan melanglang buana mencari dana dari pintu ke pintu, alias cari sponsor. Tentunya, tidak mudah untuk mencari sponsor acara kampus karena diperlukan kemahiran dalam membentuk proposal yang menarik. Salah sedikit, belum sampai depan pintu, sudah ditunjukkan pintu keluar. Balik lagi deh.

Untuk menghindari kemungkinan terburuk, mahasiswa danusan akan memutar otak dengan memikirkan hal lain, selain sponsor.

Selanjutnya, cara yang kerap dijumpai dari seorang mahasiswa danusan adalah dengan meminta bantuan dari para alumni kampus. Dari cara tersebut, diharapkan para alumnus akan iba dan memberikan sedikit bantuannya. Cara ini terbilang efektif karena didominasi oleh rasa persatuan dan kesatuan antar angkatan.

Tidak berhenti sampai di situ, mahasiswa danusan akan mengambil langkah seribu dengan terjun ke lapangan. Blusukan ala Pak Jokowi, versi mahasiswa danusan yang ngamen di jalanan dan mencari dana di pinggir jalan. Sedikit demi sedikit akan terkumpul dana, meskipun jauh dari kata cukup, tapi sudah cukup untuk mengukir senyum di wajah mereka.

Meskipun, kepanitiaan melelahkan dan kerap membuat kegalauan di hati. Ketika acara dapat berlangsung lancar dan memukau. Hal ini akan menjadi suatu kebanggaan dan kebahagiaan bagi setiap pengisi acara, panitia, dan terutama mahasiswa danusan. Hasil jerih payahnya, dari pagi sampai malam mencari rezeki dari sana-sini, seketika terbayar lunas.

Jadi, untuk kalian para mahasiswa yang pernah mengalami atau lagi ngalamin jadi mahasiswa danusan, tetap semangat dan jangan pernah menyerah. Apapun kinerjanya, semua itu adalah pengalaman berharga yang tidak akan ternilai di kemudian hari.

Sumber

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *