“Kampus Mengajar Angkatan 2 Dibuka, Mahasiswa Dapat 20 SKS hingga Insentif”

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menggelar peluncuran “Menuju Festival Kampus Merdeka:

Kampus Mengajar Angkatan 2 Tahun 2021” melalui kanal YouTube resmi Kemendikbud Ristek RI secara daring, pekan lalu. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim dalam sambutan mengatakan sebanyak 14 ribu mahasiswa dari berbagai kampus telah menjawab panggilan negeri melalui Kampus Mengajar angkatan 1.

“Mereka berkontribusi ilmu, kreativitas, dan energi untuk membantu pelajaran adik-adik kita di jenjang sekolah dasar,” papar Nadiem seperti dirangkum dari laman Ditjen Dikti Kemendikbud Ristek. Nadiem mengatakan, selama 18 tahun terakhir, Indonesia berada di peringkat bawah untuk nilai kemampuan literasi dan numerasi. Oleh karena itu, mahasiswa diundang terlibat dalam Kampus Mengajar Angkatan Kedua yang dirancang untuk membantu pelajar SD dan SMP.

“Tugas kita meningkatkan kompetensi dan membangun karakter pelajar ke depan semakin menantang. Tidak mudah, tetapi kita tidak boleh menyerah. Harapan harus terus menyala untuk mengatasi tantangan yang dihadapi bangsa kita,” jelas Nadiem.

Kampus Mengajar angkatan 2, lanjut Nadiem, akan dilaksanakan bersamaan dengan dimulainya PTM Terbatas. Sehingga, saya berharap teman-teman mahasiswa peserta program ini bisa membantu memastikan PTM terbatas berjalan sesuai dengan panduan yang Kemendikbud Ristek sediakan,” imbau Nadiem.

Ragam kegiatan dan manfaat ikut Kampus Mengajar “Teman-teman mahasiswa, saya mencari pemuda-pemudi yang tidak hanya berprestasi, tapi juga ingin berkontribusi. Tidak hanya yang ingin berkembang, tetapi yang memiliki daya juang. Tidak hanya yang mampu, tetapi juga yang mau,” tutur Nadiem.

Ketua Sub-Pokja Kampus Mengajar, Ditjen Dikti, Wagiran mengatakan, Kemendikbud Ristek akan menempatkan 17 ribu mahasiswa di 3.400 SD dan tiga ribu mahasiswa di 375 SMP di seluruh Indonesia.

Dijelaskan Wagiran, terdapat tiga hal utama yang akan dilakukan mahasiswa pada Program Kampus Mengajar.

Ketua Sub-Pokja Kampus Mengajar, Ditjen Dikti, Wagiran mengatakan, Kemendikbud Ristek akan menempatkan 17.000 mahasiswa di 3.400 SD dan 3.000 mahasiswa di 375 SMP di seluruh Indonesia.

Pertama adalah membantu proses pembelajaran literasi dan numerasi.

“Tidak mengganti guru, ya, tetapi bersama-sama guru membantu proses belajar, terutama di situasi pandemi dan mau memasuki PTM terbatas,” jelas Wagiran. Kemudian juga membantu adaptasi teknologi di sekolah dan mendukung kepala sekolah dalam bidang administrasi dan manajerial.

Kemudian juga membantu adaptasi teknologi di sekolah dan mendukung kepala sekolah dalam bidang administrasi dan manajerial.

Selain itu, dijelaskan Wagiran, mahasiswa akan mendapat konversi 20 SKS yang dapat memenuhi persyaratan kuliah dan diakomodasi di kampus untuk diakui. “Mahasiswa juga akan dapat piagam penghargaan, uang saku, dan potongan uang kuliah,” terang dia.

Dirjen Dikti, Nizam menambahkan bahwa para mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapat insentif dari pemerintah dan mendapatkan kredit dalam Sistem Kredit Semester (SKS) atas seluruh karya dan kinerja dalam partisipasi Kampus Mengajar selama tiga bulan ini.

“Jangan lupa segera daftar dan siapkan diri Anda untuk mendapatkan pengalaman terbaik yang akan anda sekalian alami dalam program ini,” imbau Dirjen Nizam.

Sementara itu, syarat pendaftaran Kampus Mengajar, dijelaskan Wagiran, adalah mahasiswa minimal berada di semester 5, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,0 dari 4,0, dan berasal dari perguruan tinggi di bawah naungan Ditjen Dikti dengan program studi terakreditasi B.

“Adik-adik mahasiswa yang punya prestasi, pengalaman organisasi, silakan disertakan di pendaftaran,” ujar dia. Wagiran juga berharap para dosen juga berkenan membimbing mahasiswa di lapangan.

Hadir di kesempatan yang sama, Direktur Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Larso menyatakan pihak LPDP amat mendukung program Kampus Mengajar, yang telah ditunjukkan sejak 2020 lalu. Lewat program ini, Dwi menilai, mahasiswa akan berkesempatan mengasah soft skills dan mengalami sendiri tantangan pendidikan yang ada di lapangan. “Ini akan menjadi bekal berkarier mereka ke depan,” tutur dia.

Di akhir acara, Nadiem mengungkapkan, lewat program ini, para mahasiswa akan berkesempatan mengasah kepemimpinan, kematangan emosional, dan kepekaan sosial yang akan terus melekat dengan diri sebagai cendekiawan dan sebagai pemimpin masa depan.

“Indonesia butuh pribadi cendekiawan dan pemimpin berempati yang terus berdedikasi untuk negeri melampaui kepentingan diri sendiri. Jika kalian adalah mahasiswa yang saya cari, mari mengubah tantangan menjadi harapan dengan mengikuti program Kampus Mengajar,” pungkasnya.

Sumber

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *