Dengan Mempelajari Bahasa Asing Akan Mampu Bersaing Dengan Dunia Global

Bahasa menjadi salah satu hal utama yang perlu diasah. Dengan mempelajari bahasa asing, mahasiswa nantinya mampu bersaing di dunia global. Apalagi saat ini, penguasaan bahasa asing bisa menjadi salah satu persyaratan untuk mendaftar lowongan kerja. Untuk diketahui negara-negara yang masuk ASEAN plus Three kini ada China, Korea dan Jepang. Ketiga bahasa dari negara ini disebut perlu dikuasai oleh para pelajar. Dalam acara Orasi Ilmiah Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-57 FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta pada (18/09/21) yang digelar secara daring, Deputy Director ASEAN-China Theacher Training and Development sekaligus dosen FPIK Universitas Diponegoro, Dr.rer.nat.AB Susanto, MSc mendorong mahasiswa dan dosen untuk mempelajari ketiga bahasa tersebut selain bahasa Inggris yang memang sudah menjadi standar. “Saya menyarankan seperti itu karena kita akan menjadi negara terbaik di bidang ekonomi.” Jelasnya.

Pelajari bahasa China, Korea dan Jepang

Susanto juga mengatakan, di tahun 2045 kita akan menjadi terbaik ke 7 bidang ekonomi. “Maknanya pendapatan perkapita kita minimal 1.500 USD. Jika 1 USD adalah Rp 15.000,00 maka kalau alumni dari FMIPA bekerja gajinya minimal 25 juta.” tambahnya.

Terjadi persaingan kerja global

Kedepannya akan terjadi persaingan kerja global. Oleh karena itu kita harus membuat jejaring baik dilevel nasional, regional maupun internasional supaya jadi pemenang.

Selain itu, Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes.,AIFO mengatakan, presentasi UNY dibidang kemahasiswaan tidak lepas dari kontributor mahasiswa FMIPA. Meskipun secara komprehensif kemampuan mahasiswa berprestasi dalam bidang penalaran, tetapi untuk seni, olahraga dan minat khusus juga hebat.

Dari dimensi prestasi mahasiswa FMIPA sebagian besar berhasil juara dilevel nasional, regional dan internasional.

Bahkan ketika Belmawa menyelenggarakan pemeringkatan kinerja kemahasiswaan di tahun 2013, FMIPA dinobatkan sebagai juara 1 se-Indonesia dengan parameter prestasi seni, olahraga, khusus dan penalaran. Akan tetapi setelah mendapat nomor 1 se-Indonesia kemudian diperbaharui kriterianya sehingga 1-2 tahun vakum pemeringkatan.

“Meskipun diperbaharui yang tidak semata-mata indikatornya medali dan tropi, atas kontribusi kegiatan kemahasiswaan yang luar biasa maka 2 tahun terakhir UNY bertengger diperingkat 4 nasional yang lebih tinggi dari peringkat universitas”, jelas Rektor.

Penelitian dosen

Prof. Dr. Ariswan, M.Si., DEA, selaku dekan FMIPA mengungkapkan bahwa jumlah total penelitian dosen kompetisi tingkat Universitas rata-rata ada 167 judul per tahun. Jumlah publikasi di jurnal internasional bereputasi pada tahun 2020 sebanyak 73 artikel dan di tahun 2021 bertambah menjadi 74 artikel. Jumlah ini akan terus bertambah karena belum sampai akhir tahun 2021.

Hasil karya yang telah dihasilkan oleh dosen FMIPA ada 77 buah Hak Cipta dan 17 paten hingga awal tahun 2021. Fakultas MIPA menjadi salah satu fakultas dengan dosen terbanyak yang memiliki Scopus ID.

Sumber

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *