Dear Mahasiswa: Tips Mengenal Ormawa Untuk Mahasiswa Baru

Menjadi mahasiswa baru mugkin akan mengalami kebingungan saat memilih organisasi kemahasiswaan yang sesuai dengan keinginan dan kepribadianmu. Saat proses daftar ulang biasnaya di luar gedung terdapat tenda yang berisi mahasiswa dengan seragam yang berwarna-warni. Merekalah aktifis kampus yang sedang mencari adik tingkat untuk menjadi anggota baru.

Terdapat banyak pilihan organisasi di kampus yang mempromosikan diri dan berusaha untuk mengenalkan kelebihan organisasi mereka kepada para mahasiswa baru. Organisasi mahasiswa atau ormawa ini seolah sedang berkompetisi.

Banyaknya ormawa yang sedang mencoba mencari anggota baru tersebut bisa jadi menimbulkan kebingungan buatmu untuk memilih mana yang tepat. Tidak perlu bingung.

Secara mudah kamu dapat membedakan bahwa ormawa itu terdiri dari tiga macam yakni: organisasi internal kampus, UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) serta organisasi eksternal kampus.

Organisasi internal kampus merupakan organisasi yang secara resmi diakui oleh pihak kampus sebagai bentuk kegiatan mahasiswa selain kegiatan akademik. Pihak kampus juga membuat anggaran dana untuk menunjang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh organsasi ini. organisasi internal ampus ini ada pada tingkatan pusat, fakultas, hingga jurusan. Organisasi ini seperti replica sistem kenegaraan kita, ada Presiden, DPR, MPR, dan lain-lain.

Contoh organisasi internal kampus diantaranya: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), hingga Himpunan Mahasiswa Jurusan (HIMA/HMJ/HIMPRO).

Sedangkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) itu bentuk kegiatan yang diakui dan dibina juga oleh pihak kampus. Namun, biasanya bersifat lebih ke arah minat, bakat mahasiswa di bidang olehraga, hobi, ataupun seni. Misalnya, UKM sastra, tari, fotografi, sepak bola, menwa, dan bahkan UKM rebana. Di UKM ini kamu dapat menyalurkan dan mengikuti salah satu UKM sesuai dengan minat.

Organisaasi ekstenal kampus merupakan ormawa yang tidak ada hubungan resmi dengan pihak kampus. Terbentuknya organisasi di luar kampus ini biasanya karena ada kesamaan ideology atau tujuan dari para anggotanya. Sepeti kesamaan dalam pandangan keaganaan, kesamaan pandangan politik, ataupun kesamaan daerah asal tempat tinggal asal. Contoh organisasi eksternal kampus misalnya HMI, PMII< GMKI, GMNI, HIPMI, dan lain-lain.

Dengan 3 tip mudah memilih ormawa ini kamu akan dapat menentukan untuk bergabung dengan ormawa mana yang sesuai dengan keinginan dan tentu saja mendukung prestasi akademikmu. Simak, ya.

Mengenali diri sendiri terlebih dahulu

Sebelum meutuskan menjadi anggota di suatu organisasi, cobalah untuk terlebih dahulu mengenali dirimu sendiri. Kadangkala, mahasiswa baru asal masuk suatu organisasi tanpa memikirkan kesesuaian jenis kegaitan dengan dirinya, hingga beberapa minggu setelah ikut baru merasa cocok atau tidak dan akhirnya keluar mengundurkan diri.

Coba temukan jati dirimu sesungguhnya, dan mulailah berpikir bagaimana minatmu, apa bakatmu, apa yang ingin kamu pelajari, bagaimana kepribadianmu, dan ingin menjadi apa kelak nantinya.

Bila sudah mengenal diri kamu sendiri sebenarnya, carilah organisasi yang sesuai dan manfaatkan pelajaran yang dapat diambil dari kegiatan organisasi untuk menunjang perkembangan kemampuanmu.

Mengenali organisasi

Carilah semua detail informasi setiap organisasai sebanyak-banyaknya hingga kamu yakin bahwa pilihanmu tepat. Informasi tersebut dapat berupa visi dan misinya, bentuk kegiatannya seperti apa, dan bagaimana atmosfir di dalamnya serta bagaimana etos kerjanya.

Informasi yang detail mengenai ormawa tersebut bisa kamu dapatkan dari mana saja. Kamu dapat menanyakan pada teman atau para alumni organisasi tersebut. Bisa juga kamu mencari tahu melalui website atau media sosial mereka dan mengikuti acara yang mereka adakan terlebih dahulu. Sesuai dengan kondisimu, apabila sudah mantap, kamu dapat mendaftar menjadi anggota.

Jangan terlalu banyak, maksimal 3 saja

Semua organisasi memang bermanfaat. Makin banyak organisasi yang kamu ikuti, akan makin banyak softskill yang akan kamu dapatkan juga. Memang tidak ada salahnya mengikuti banyak organisasi, tetapi perlu diperhatikan bahwa badan kita hanya satu. Kita mungkin dapat mengalami kesulitan saat masing-masing organisasi memiliki kegiatan yang diselenggarakan pada waktu yang sama, sementara keberadaanmu sama-sama dibutuhkan.

Terlalu banyak mengikuti organisasi dapat membuat kesibukan yang luar biasa. Setiap hari tenaga dan pikiran akan terkuras untuk mengurus organisasi tersebut. Dampaknya fokusmu akan berkurang, dan ilmu yang diharapkan didapat justru tidak akan seberapa banyak.

Efek lainnya perkuliahan bisa saja terganggu dan nilai akan turun bila terlalu asyik berorganisasi. Sarannya, ambillah satu atau dua organisasi saja yang benar-benar diperlukan ilmunya sehingga akan bisa fokus dan lebih mendalami dan risiko prestasi akademi terganggi makin kecil. Disarikan Oleh MSLP

Sumber

 

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published.