Dana Darurat, Penting Tidak Buat Mahasiswa ?

Besar pasak dari pada tiang. Hayo siapa yang masih sering mengalami hal seperti ini? Banyak anak muda saat ini yang suka jajanan dan membeli barang yang mereka gemari. Tetapi, banyak pula yang lupa buat menyisihkan sebagian tabungannya dan tidak mempunyai dana darurat seandainya terjadi hal yang sangat mendesak. Saat masa pandemi seperti saat ini, dana darurat akan sangat diperlukan, terlebih untuk memenuhi biaya hidup sehari hari.

Bagi seorang mahasiswa, mungkin banyak diantara kalian yang sudah mulai belajar mandiri dengan mengalokasikan dananya dan mengatur keuangannya sendiri. Tapi, tentunya kebutuhan kalian nggak cuma itu itu aja kan? Ada di mana saatnya kalian mengalami hal yang mengharuskan kalian mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu sangat penting bagi kalian untuk memiliki dana darurat mahasiswa.

Apa sih dana darurat itu?

Dana darurat merupakan dana khusus untuk keperluan mendesak atau kebutuhan lain yang tidak bisa ditunda. Dana darurat bagi mahasiswa adalah dana yang disiapkan untuk kebutuhan kebutuhan darurat, misalkan kalian merupakan mahasiswa rantau terkadang perlu biaya untuk membayar uang kuliah tambahan atau praktik praktik dadakan.

Meski tidak memiliki batasan usia, anak muda juga penting untuk memiliki dana darurat. Hal ini dapat dilakukan dengan kebiasaan menabung. Dana darurat yang kalian tabung akan sangat membantu keluargamu dan juga dirimu sendiri. Contohnya, saat keuangan orang tua tidak cukup untuk membayar ukt kuliah kalian, kalian dengan dana darurat yang kalian punya dapat membantu kekurangan tersebut.

Secara ideal jumlah dana darurat yang dihitung bersumber pada rata rata pengeluaran hidup seseorang dan status orang tersebut. Contohnya, seseorang yang masih single dan yang sudah menikah pasti memiliki pengeluaran yang berbeda. Dana darurat ini 3 sampai 6 kali dari seluruh pengeluaran dalam satu bulan. Misalnya pengeluaran kalian selama sebulan Rp 2 juta, maka minimal dana darurat yang harus kalian miliki adalah Rp 6 juta.

Dana darurat ini sebaiknya dalam bentuk tabungan atau deposito di bank. Prinsipnya, dana ini tidak boleh diambil kecuali untuk hal hal yang darurat. Untuk itu, kalian harus sangat disiplin. Jika dana darurat ini terpakai, maka kalian harus mencari cara untuk mengumpulkan dana kembali.

Cara mengelola dana darurat bagi mahasiswa :

Pertama yang harus kalian lakukan adalah pastikan kalian memiliki rekening pribadi di bank. Sebab dana darurat ini harus disimpan dengan baik dan aman.

Pisahkan dana darurat dengan tabungan biasa. Kalian bisa memiliki dua rekening di bank yang berbeda atau kalian juga bisa menyimpan dana darurat di deposito

Untuk mengisi dana darurat tersebut, kalian harus disiplin untuk menabung. Bagi kalian mahasiswa yang mendapatkan “jatah” bulanan dari orang tua, kalian harus langsung sisihkan atau transfer jumlah tertentu ke rekening dana darurat. Jumlah tertentu itu bisa kamu tetapkan sendiri, misal 25 atau 30 persen dari dana yang diberikan orang tua.

Dana darurat juga bisa didapat dengan cara menyisihkan uang jajan, memangkas kebutuhan yang tak perlu, atau yang lain.

Cara yang lain adalah dengan mengejar beasiswa. Dana beasiswa bisa kalian jadikan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara dana dari orang tua bisa kalian jadikan dana darurat. Atau dengan mencari dana sendiri, misalnya bekerja paruh waktu di sela jam kuliah atau kalian juga bisa mulai membuka bisnis secara online.

So, itulah beberapa cara merencanakan dan mengelola dana darurat bagi mahasiswa. Semua anak muda dan mahasiswa sangat penting untuk memiliki dana darurat, karena dana ini akan membantu kalian ketika terjadi masa sulit yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, yuk mulai sekarang sisihkan uang jajanmu untuk disimpan di dana darurat!
Sumber

 

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *