Buat Mahasiswa: Ternyata Organisai Itu Penting Lohh Pada Saat Kuliah

Memiliki pengalaman organisasi saat kuliah tidak sekadar untuk memperkaya isi curriculum vitae (CV). Lebih dari itu, pengalaman organisasi nyatanya memberikan banyak pengalaman dan keterampilan saat kamu akan terjun ke dunia kerja.

Tak sedikit mahasiswa yang beranggapan bahwa aktif berorganisasi akan memakan banyak waktu yang mengacaukan jadwal belajar, padahal pengalaman ini justru bisa menjadi poin yang turut mendongkrak nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui akun Instagram menyatakan, aktif berorganisasi memberikan banyak keuntungan bagi mahasiswa.

Sebelum menolak untuk aktif berorganisasi hanya karena takut tak fokus belajar, yuk simak mitos dan fakta aktif berorganisasi dari Ditjen Dikti:

  1. Mitos: perlambat kelulusan: Sibuk organisasi dinilai berpotensi membuat mahasiswa sulit lulus. Padatnya agenda rapat dan kegiatan, membuat waktu belajar di luar kelas menjadi berkurang. Bahkan, sejumlah agenda bisa membuat mahasiswa meninggalkan kelas.

Saat memasuki dunia kerja, kamu akan dihadapkan dengan banyak tanggung jawab. Aktif berorganisasi akan membuat kamu berlatih mengatur waktu. Padatnya agenda rapat, kegiatan, ditambah dengan tugas kuliah, semakin mengasah keterampilan dalam menentukan skala prioritas. Hingga akhirnya kamu mampu membuat skala prioritas yang runut dan jelas.

  1. Mitos: kurang menikmati hidup: Padatnya kegiatan organisasi setelah jam kelas usai bisa membuat mahasiswa tak memiliki banyak waktu untuk bermain dan menikmati waktu senggang selama kuliah.

Aktif berorganisasi mungkin membuat kamu tidak bisa menghabiskan banyak waktu dengan teman sekelas, namun kamu akan bertemu dengan banyak teman-teman dari jurusan bahkan fakultas berbeda.

Tanpa sadar, jejaring kamu tumbuh lebih luas lagi. Ini akan memberikan manfaat saat kamu masuk ke dunia kerja nanti, mulai dari koneksi yang banyak hingga kemungkinan mendapatkan info lowongan pekerjaan.

Mahasiswa juga dapat mengasah soft skill secara gratis, antara lain kemampuan mengatur waktu, komunikasi, bekerja sama dengan orang lain, kemampuan adaptasi, kemampuan mengontrol diri dan sebagainya.

Kemampuan tersebut umumnya hanya dipelajari secara teori di kelas. Sedangkan di organisasi, kamu akan belajar mengaplikasikan teori tersebut dalam dunia nyata.

  1. Mitos: Ribet, Karena mengurus banyak hal, ikut organisasi hanya akan membuat hidup terasa ribet karena padatnya aktivitas.

Di awal, bisa jadi kamu “keteteran” dalam mengatur waktu, namun kelamaan kamu dapat menemukan “celah” dan bahkan terampil dalam menyelesaikan banyak tugas organisasi maupun tugas kuliah sekaligus. Kamu juga belajar menyelesaikan masalah secara mandiri, secara berkelompok, untuk dapat mencapai tujuan. Sehingga, mahasiswa yang aktif organisasi sudah terbiasa untuk bergerak aktif namun dinamis selama kuliah. Menjadi nilai plus di mata perekrut kerja.

Sumber

admin sanda

Leave a Reply

Your email address will not be published.